Informasi Percetakan, Klinik Mesin, Tips & Trik

Tips Menentukan Kebutuhan Daya VA Listrik untuk Bisnis Percetakan

tips cara menentukan kapasitas atau daya listrik pada bisnis percetakan

Dalam bisnis percetakan digital, mesin menjadi salah satu komponen utama yang menentukan kebutuhan listrik, mulai dari komputer, printer laser, printer UV, mesin laser, mesin cutting plotter, laminasi, AC hingga peralatan finishing semuanya membutuhkan daya listrik.

Terdapat berbagai faktor untuk penentuan kebutuhan listrik, jika daya terlalu kecil dapat menghambat operasional, sedangkan jika memasang daya jauh lebih besar dari kebutuhan juga dapat membuat biaya kapasitas listrik menjadi tidak efisien, karena PLN memberikan perbedaan biaya pada besaran VA yang dimiliki.

Berikut cara menghitung dan menentukan kebutuhan daya listrik untuk bisnis percetakan.

Perbedaan VA dan Watt

Sebelum menghitung kebutuhan listrik, ada satu hal yang perlu dipahami terlebih dahulu yaitu VA tidak sama dengan Watt. VA (Volt Ampere) merupakan satuan daya semu, sedangkan Watt menunjukkan daya sebenarnya yang digunakan oleh mesin. Hubungan keduanya dipengaruhi oleh faktor daya (Power Factor), yang umumnya berada pada kisaran 0,8: 

Watt = VA × faktor daya

Untuk mencari berapa kapasitas VA yang dibutuhkan dari total beban Watt:

Kebutuhan VA = Total Watt : Faktor Daya (0,8)

Misalnya jika total peralatan membutuhkan 8.000 Watt, maka kapasitas minimal PLN yang dibutuhkan adalah: 

8.000 Watt :  0,8 = 10.000 VA

Karena itu, 10.000 VA bukan berarti 10.000 Watt karena konversinya bergantung pada faktor daya.

Cara Menghitung Kebutuhan VA

kapasitas listrik dapat berdampak secara langsung pada proses produksi, karena jika semuanya beroperasional dalam waktu bersamaan, total beban dapat meningkat cukup besar, dan jika kapasitas listrik tidak mencukupi, kemungkinan yang terjadi yaitu MCB mengalami trip / jeglek yang dapat berpengaruh pada proses produksi yang terhambat dan jika sering terjadi dapat beresiko pada mainboard mesin.

Langkah 1: Catat Semua Peralatan yang Menggunakan Listrik

Langkah pertama yaitu membuat daftar seluruh perangkat yang akan digunakan, mulai dari mesin printing, dan mesin pendukung lainnya seperti mesin finishing, komputer, AC, lampu, kulkas, dan Peralatan kantor lainnya.

Contohnya, jika zainers fokus bisnis souvenir dengan list peralatan berikut 

PeralatanDaya 
Printer UV Flatbed Emeric ER-3060800 W
Mesin Laser Cutting CO2 TL60401.000 W
Komputer300 W
AC500 W
Lampu100 W
Total2.700 W

Catatan: angka di tersebut hanya contoh perhitungan, bukan spesifikasi untuk seluruh peralatan tersebut. Untuk perhitungan selanjutnya zainers wajib menggunakan angka yang benar-benar tercantum pada masing-masing mesin / peralatan.

Langkah 2: Perhatikan Mesin dengan Elemen Pemanas

Beberapa mesin percetakan memiliki heater atau pemanas yang membutuhkan daya cukup besar, contohnya: mesin laminasi, heat press, printer indoor maupun outdoor. Pada beberapa mesin, ketika heater aktif daya listrik dapat berbeda dengan kondisi standby / beroperasi tanpa pemanas, oleh karena itu zainers wajib menggunakan daya maksimum ketika mesin beroperasional secara menyeluruh.

Langkah 3: Pertimbangkan Lonjakan Arus

Peralatan yang memakai motor listrik atau kompresor akan mengalami lonjakan arus singkat (inrush/starting current) saat pertama kali dinyalakan, sehingga kebutuhan sesaat bisa lebih tinggi daripada kondisi normal.

Untuk bisnis percetakan yang menggunakan banyak mesin, langkah ini sebaiknya konsultasikan oleh teknisi agar instalasi dan pembagian grup MCB dapat diatur dengan baik. 

Langkah 4: Berikan Cadangan Daya

Setelah menghitung kebutuhan beban, jangan langsung memilih kapasitas listrik yang sama dengan hasil perhitungan. Zainers wajib menyediakan headroom/cadangan kapasitas sekitar 20–30% untuk mengantisipasi variasi beban dan rencana penambahan mesin / peralatan.

Simulasi Perhitungan Akhir:

  1. Total Watt = 2.700 W
  2. Konversi ke VA = 2.700 : 0,8 = 3.375VA
  3. Ditambah Cadangan 20% = 3.375 x 1,20 = 4.050VA

Namun, angka 20–30% ini bukan aturan baku. Kebutuhan cadangan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan beban, starting current, rencana ekspansi dan pilihan kapasitas daya yang disediakan oleh PLN dengan pilihan kapasitas daya terdekat adalah 4.400 VA atau 5.500 VA.

Kesimpulan

Menentukan daya listrik percetakan tidak sekadar menjumlahkan angka Watt dari spesifikasi mesin. Zainers perlu mengkonversi ke dalam VA, memperhitungkan penggunaan heater, starting current, serta memberikan cadangan daya (headroom) untuk keamanan dan pengembangan usaha. 

Untuk zainers yang baru memulai bisnis digital printing, perhitungan ini sebaiknya dilakukan sebelum membeli mesin, bukan setelah listrik sering mengalami overload agar performa mesin tetap optimal.

Baca juga : Bisnis Kalender Tahunan Hanya Dari Rumah Tanpa Modal Besar

Related Posts