Informasi Percetakan, Klinik Mesin

Cara Merawat & Memperpanjang Umur Mesin Digital Printing

perawatan mesin digital printing | memperpanjang mesin digital printing

Mesin digital printing merupakan investasi besar bagi pengusaha, jika mesin tidak dirawat dengan baik, maka akan muncul berbagai masalah seperti kualitas hasil cetak yang menurun, waktu produksi semakin lama, meningkatnya biaya operasional, bahkan bisa menyebabkan kerusakan komponen yang biayanya cukup mahal. Merawat mesin digital printing secara rutin dapat memperpanjang umur mesin, menjaga kualitas hasil cetak dan meningkatkan keuntungan bisnis digital printing.

Dampak Buruk Jika Tidak Melakukan Perawatan

Mesin digital printing merupakan aset vital bagi bisnis, karena mesin perlu memberikan hasil cetak yang detail dan tajam dalam waktu cepat, Namun banyak pengguna yang sering kali mengabaikan perawatan rutin, padahal dapat menentukan performa dan umur panjang mesin.

Jika tidak merawat secara rutin mesin digital printing, ada beberapa dampak yang dapat terjadi yaitu :

  1. Penurunan Kualitas Cetak. Warna menjadi tidak stabil, hasil cetak bergaris, atau bisa muncul noda pada media karena printhead kotor.
  2. Kerusakan Komponen Vital. Beberapa komponen yang sensitif seperti printhead, mainboard, dan sistem tinta; jika dibiarkan kotor atau tersumbat, zainers dapat mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat mahal.
  3. Downtime Produksi. Mesin yang bermasalah dapat memperlambat waktu produksi, sehingga dapat terjadinya keterlambatan pesanan dan hilangnya kepercayaan pelanggan.
  4. Pemborosan Tinta dan Media. Terjadinya masalah seperti nozzle tersumbat dapat menyebabkan hasil cetak gagal, yang artinya tinta dan media dapat terbuang percuma.

jadi, perawatan rutin merupakan kegiatan investasi jangka panjang. Karena biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk perawatan jauh lebih kecil dibandingkan biaya untuk memperbaiki jika ada kendala atau kerusakan..

1. Pra-Instalasi Mesin Digital Printing

Sebelum mesin digital printing mulai digunakan, tahap pra-instalasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilakukan. Karena ada beberapa persiapan teknis yang krusial agar mesin dapat bekerja optimal, stabil, dan awet dalam jangka panjang.

A. Pemasangan Grounding

Grounding berfungsi untuk melindungi mesin dari lonjakan listrik yang dapat merusak komponen elektronik yang bersifat sensitif seperti mainboard, dan sensor. Sistem grounding bekerja dengan menyalurkan arus listrik berlebih ke tanah, sehingga mesin tetap aman dari potensi arus pendek atau sengatan listrik statis.

Tanpa grounding yang baik, mesin bisa mengalami gangguan seperti error tiba-tiba, bahkan kerusakan permanen pada mainboard. Idealnya, grounding menggunakan batang tembaga khusus yang ditanam sedalam 3,5–5 meter di tanah dengan nilai resistansi di bawah 5 ohm.

Teknik grounding ada 2 jenis yang banyak digunakan, 

  1. Grounding tanam, teknik ini menggunakan tembaga yang di taman minimal 3 meter pada beberapa titik hingga menemukan nilai resistansi yang sesuai, keunggulan teknik ini yaitu biaya yang cukup murah tetapi tidak direkomendasikan jika tanah berair
  2. Grounding digital, pada teknik ini menggunakan alat zero grounding, kelebihan alat ini yaitu nilai resistansi yang cukup stabil di 0 ohm tapi biaya yang dikeluarkan tidak semurah menggunakan teknik grounding taman.

B. Pemasangan Stabilizer dan UPS

Listrik yang tidak stabil dapat menjadi permasalah utama pada mesin digital printing, karena tegangan yang tidak stabil (naik-turun) bisa menyebabkan gangguan pada mainboard dan printhead.

Oleh karena itu, pemasangan stabilizer dan UPS (Uninterruptible Power Supply) menjadi tahapan yang wajib dilakukan.

  • Stabilizer menjaga tegangan tetap stabil agar suplai listrik ke mesin konstan.
  • UPS berfungsi sebagai cadangan daya ketika listrik padam mendadak, sehingga proses cetak bisa dihentikan dengan aman tanpa merusak sistem.

Dengan kedua perangkat ini, risiko kerusakan akibat gangguan listrik dapat diminimalkan secara signifikan.

C. Menjaga Suhu Ruangan Stabil

Suhu dan kelembapan ruangan memiliki pengaruh besar terhadap performa mesin. Idealnya, suhu ruangan dijaga antara 20–26°C. Suhu yang terlalu panas bisa membuat tinta cepat mengering di dalam selang, sementara kelembapan yang terlalu tinggi menyebabkan tinta menggumpal.

Pemasangan air conditioner (AC) pada ruangan sangat disarankan untuk menjaga kestabilan suhu. Selain itu, hindari meletakkan mesin di ruangan yang berdebu, karena hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pada printhead.

2. Perawatan Rutin

Setelah instalasi selesai dan mesin mulai beroperasi, langkah penting berikutnya adalah melakukan perawatan rutin. Tujuannya sederhana yaitu untuk menjaga performa mesin agar tetap optimal setiap hari, serta mencegah kerusakan dikemudian hari.

Berikut beberapa langkah penting dalam merawat mesin digital printing agar awet dan performanya stabil:

A. Melakukan Maintenance pada Printhead

Printhead merupakan part paling penting dari mesin digital printing. Jika terjadi kerusakan pada bagian printhead dapat berdampak langsung pada kualitas hasil cetak, bahkan dapat membuat mesin tidak bisa digunakan sama sekali. Oleh karena itu, printhead harus mendapat perhatian khusus setiap hari.

1. Cek Nozzle Printhead dan Lakukan Cleaning/Test Print Setiap Hari

Setiap hari sebelum mencetak, lakukan nozzle check untuk memastikan semua lubang tinta (nozzle) berfungsi dengan baik. Jika ada garis putus atau warna yang hilang, segera lakukan head cleaning atau pembersihan otomatis.
Langkah ini dapat membantu mencegah tinta mengering di ujung nozzle yang dapat menyebabkan penyumbatan permanen.

2. Pembersihan Printhead

Gunakan cairan pembersih khusus (cleaner) yang sesuai dengan tinta dan tisu khusus untuk membersihkan permukaan printhead. Hindari menyentuh chip atau bagian bawah printhead dengan tangan langsung karena sangat sensitif terhadap listrik statis.

3. Membersihkan Caping Printhead

Caping station berfungsi menutup printhead saat mesin tidak digunakan, serta menjaga kelembapan agar tinta tidak mengering. Bersihkan caping dengan cairan pembersih (cleaner) dan cotton bud secara berkala untuk mencegah tinta kering menumpuk.

B. Memeriksa dan Membersihkan Sistem Tinta

Sistem tinta terdiri dari tangki tinta, selang, pompa/vacuum, damper, dan printhead. Pastikan aliran tinta lancar tanpa gelembung udara, karena jika terdapat udara di dalam aliran tinta dapat menghambat tekanan tinta dan dapat memengaruhi hasil cetak.

Lakukan pembersihan jalur tinta secara rutin menggunakan cairan cleaning agar tidak ada tinta yang menggumpal atau tersumbat di dalamnya. Selain itu, pastikan tangki tinta selalu tertutup rapat agar tidak terkontaminasi debu.

C. Penggunaan Tinta yang Sesuai

Salah satu kesalahan umum pengguna adalah mengganti merek tinta sembarangan tanpa memperhatikan kompatibilitas dengan jenis printhead. Setiap merek tinta memiliki kekentalan dan kualitas warna yang berbeda, hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja printhead dan kualitas hasil cetak.

Gunakan tinta original atau sesuai rekomendasi resmi produsen mesin untuk menghindari risiko penyumbatan pada printhead. Jangan sampai tergiur harga murah tetapi tinta tidak cocok dengan printhead dan supplier tinta support jika terjadi kendala.

D. Cek Kondisi Part Mesin

1. Cek Kekencangan Belt Printhead

Belt printhead bertugas menggerakkan printhead secara horizontal saat proses mencetak. Jika belt terlalu longgar, maka gerakan printhead akan tidak stabil, dan dapat menghasilkan garis miring atau bayangan pada hasil cetak. Periksa kekencangan belt secara berkala, terutama jika mesin sering digunakan dalam intensitas tinggi. Jika ditemukan tanda-tanda keausan segera lakukan penyetelan ulang atau ganti belt.

2. Cek Kondisi Roller

Roller berfungsi menarik media cetak saat proses printing. Roller yang kotor atau aus bisa menyebabkan hasil cetak tidak rata, bergelombang, atau bergeser. Bersihkan roller dari debu, sisa tinta, dan serpihan media secara berkala, jangan menggunakan cairan keras karena dapat merusak permukaan karet roller.

E. Membersihkan Area Sekitar Mesin

Selain fokus merawat bagian mesin, zainers juga perlu memperhatikan area sekitar mesin termasuk kebersihannya. Dikhawatirkan adanya debu yang menumpuk bisa masuk ke komponen sensitif seperti printhead dan sensor, yang dapat mengganggu proses pencetakan. 

Kesimpulan

Perawatan mesin digital printing wajib dilakukan untuk memastikan setiap komponen dapat bekerja secara optimal. Mulai dari pra-instalasi seperti grounding, stabilizer, UPS dan pengaturan suhu ruangan, hingga perawatan rutin seperti membersihkan printhead, memeriksa jalur tinta, dan mengecek part lainnya, semuanya berperan besar dalam menjaga umur mesin.

Perawatan yang konsisten dapat memperpanjang umur mesin, menjaga kualitas cetak tetap optimal, menghemat biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas.

Baca juga : Tips Perawatan Rutin Mesin Printer UV Flatbed

Related Posts